Sesuai dengan macam efek dan kegunaannya dalam klinik, akhir-akhir ini obat antiasma dibagi menjadi 2 golongan utama, yaitu:
1. bronkodilator (reliever) termasuk agonis Beta-2, teofilin, dan antimuskarinik.
2. antiinflamasi (preventer) termasuk kortikosteroid dan stabilizer sel mastosit. Untuk memperoleh konsentrasi lokal yang tinggi dan efek samping sistemik yang paling ringan, semua obat asma dapat diberikan secara inhalasi, kecuali teofilin. Pendekatan baru pada terapi asma antara lain dengan pemberian antagonis reseptor, dan yang lebih spesifik seperti antagonis reseptor H1 generasi Ice-2 (misal ketotifen) dan antagonis leukotriens (misal, antagonis LTD4 dan penghambat 5-lipoksigenase). Efikasi pendekatan baru ini pada pengobatan asma sedang diteliti dengan uji klinik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar